China kini muncul sebagai kekuatan besar dalam perkembangan kecerdasan buatan. Jika sebelumnya hanya nama DeepSeek yang ramai dibicarakan karena kemampuannya menyaingi ChatGPT, kini banyak model AI China selain DeepSeek yang mulai mendapat perhatian dunia.
Mulai dari Baidu hingga startup baru seperti Manus dan MiniMax, inovasi dari Negeri Tirai Bambu terus menunjukkan kemajuan yang pesat — bahkan sebagian sudah mulai digunakan secara global.
Yuk, kita bahas satu per satu model AI China selain DeepSeek yang populer di tahun 2025!
Gebrakan Baru AI China di Tahun 2025
Setelah kesuksesan besar DeepSeek yang menghebohkan industri teknologi, banyak perusahaan di China ikut mengembangkan model serupa dengan pendekatan yang lebih efisien dan terjangkau.
Nama-nama besar seperti Alibaba, Tencent, Baidu, dan ByteDance, hingga startup seperti Manus AI dan Moonshot AI, kini aktif berkompetisi menghadirkan kecerdasan buatan yang tidak hanya cepat tetapi juga hemat daya dan mudah diintegrasikan ke berbagai platform.
Pemerintah China juga mendorong pengembangan AI nasional melalui kebijakan pendanaan, riset terbuka, dan inovasi chip buatan lokal.
Hasilnya, semakin banyak AI China yang menunjukkan kemampuan luar biasa, mulai dari chatbot percakapan hingga model analisis data otonom.
Baca juga: AI Text Detector Indonesia: Cara Membedakan Teks Buatan AI dengan Akurat
9 Model AI China Selain DeepSeek yang Populer di 2025

1. Alibaba QwQ-32B
Alibaba menghadirkan QwQ-32B, model AI yang dirancang untuk efisiensi tinggi dalam pemrosesan bahasa alami dan reasoning.
Dengan struktur data yang lebih ringan, QwQ-32B menghasilkan respons cepat tanpa mengonsumsi daya besar.
Alibaba juga merilisnya secara open-source, membuat model ini menjadi favorit di kalangan pengembang yang ingin mempelajari AI China dengan pendekatan terbuka.
2. Tencent Hunyuan Turbo S
Perusahaan teknologi raksasa Tencent merilis Hunyuan Turbo S, model AI yang mengutamakan kecepatan dan akurasi.
Dengan waktu respons di bawah satu detik, Turbo S menjadi pilihan utama untuk chatbot bisnis dan asisten digital.
Model ini juga digunakan di platform WeChat Work, membantu ribuan perusahaan meningkatkan efisiensi komunikasi internal.
Keberhasilan ini menjadikan Hunyuan sebagai salah satu AI China yang paling praktis untuk penggunaan sehari-hari.
3. Baidu Ernie 4.5 & Ernie X1
Sebagai “Google-nya China”, Baidu terus memperbarui model AI mereka melalui Ernie 4.5 dan Ernie X1.
Keduanya dirancang untuk memahami konteks panjang dan memberikan hasil reasoning setara dengan GPT-4.
Integrasi Ernie ke dalam mesin pencari Baidu membuat pengalaman pencarian menjadi lebih cerdas dan relevan.
Tak heran jika banyak analis menilai Ernie sebagai AI China yang paling mendekati kemampuan model buatan OpenAI.
4. Manus AI
Manus AI adalah startup inovatif yang memperkenalkan konsep autonomous AI agent.
Berbeda dari chatbot biasa, Manus dapat menyelesaikan tugas kompleks seperti membuat website, menganalisis laporan keuangan, hingga menghasilkan ringkasan riset dengan satu perintah.
Dengan kemampuan bekerja secara mandiri, Manus menandai arah baru pengembangan AI China menuju era agen otonom yang benar-benar bisa “bekerja” sendiri.
5. Moonshot AI: Kimi, Ohai, dan Noisee
Moonshot AI menjadi sorotan karena keberhasilan chatbot Kimi yang sangat populer di China.
Kimi mampu memahami konteks percakapan panjang dan menjawab dengan gaya alami.
Selain itu, Moonshot juga meluncurkan Ohai dan Noisee yang berfokus pada analisis data serta pemrosesan suara untuk bisnis.
Kombinasi ketiganya menjadikan Moonshot sebagai pemain penting di ranah AI China dengan potensi ekspansi global.
6. MiniMax Talkie
Startup MiniMax mengembangkan Talkie, chatbot interaktif dengan kepribadian virtual yang menarik.
Talkie banyak digunakan di kalangan anak muda untuk hiburan dan pembelajaran berbasis percakapan.
Dengan jutaan pengguna aktif, Talkie menunjukkan bahwa AI China juga bisa menyentuh sektor gaya hidup digital, bukan hanya teknologi berat.
7. ByteDance Doubao
Sebagai induk dari TikTok, ByteDance memanfaatkan keahliannya di bidang konten untuk menciptakan Doubao, model AI yang unggul dalam mengolah teks, video, dan audio.
Doubao mendukung kreator dalam membuat konten lebih cepat dan efisien, sekaligus membantu brand meningkatkan strategi komunikasi.
Dengan kemampuan lintas media, Doubao menjadi salah satu model AI China yang paling relevan untuk dunia kreatif dan digital marketing.
8. iFlyTek Spark 3.0
iFlyTek meluncurkan Spark 3.0, model AI yang berfokus pada pengenalan suara, penerjemahan, dan analisis data.
Spark kini banyak digunakan di sektor pendidikan dan administrasi pemerintahan.
Kelebihannya dalam memahami berbagai dialek Mandarin menjadikannya contoh sukses lain dari AI China yang unggul di ranah lokal.
9. Huawei PanGu 3.0
Raksasa teknologi Huawei memperkenalkan PanGu 3.0, model AI multimodal yang mendukung teks, gambar, dan grafik ilmiah.
Model ini banyak diterapkan di bidang penelitian ilmiah, otomotif, dan telekomunikasi.
Dengan dukungan universitas dan laboratorium nasional, PanGu memperkuat posisi Huawei dalam daftar AI China yang berfokus pada inovasi industri berat dan riset mendalam.
Kesimpulan
Kesuksesan DeepSeek memang memicu kebangkitan AI di China, tetapi kini banyak AI China selain DeepSeek yang ikut memperkaya ekosistemnya.
Dari model ringan seperti QwQ-32B hingga agen otonom seperti Manus AI, inovasi dari berbagai perusahaan China semakin memperkuat posisi negara ini di panggung teknologi global.
Dengan dukungan riset, investasi besar, dan strategi pemerintah yang agresif, masa depan kecerdasan buatan buatan China terlihat semakin cerah dan kompetitif.
